BAB
I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Bagi sebagian besar di antara kita, kematian adalah
sesuatu yang amat menakutkan. Kematian berarti berpisah dengan orang-orang yang
kita cintai: istri, anak-anak, ayah-ibu, sahabat, kolega, dan tetangga.
Kematian juga memutuskan segala kenikmatan dan kelezatan dunia. Namun, bagi
para kekasih Allah, kematian adalah sesuatu yang amat menyenangkan. Kematian
adalah pintu menuju perjumpaan dengan Sang Kekasih. Di balik pintu itu, ada
jamuan Allah di alam barzakh, ada naungan-Nya di Padang Mahsyar, dan ada
beragam kenikmatan di surga. Karena itu, mereka tersenyum puas ketika Malaikat
Maut mencabut nyawanya.
Setelah mati, manusia hanyalah
sepenggal kisah Ia musnah, sedang jejak-jejaknya tetap menyapa Apa yang
disembunyikan dalam tidurnya kini sirna Dan semua simpanan rahasianya
tersingkap nyata. Keadaan terbaik seorang manusia setelah kematian adalah
ketika kisah-kisahnya mengabarkan kebaikan Ingatan tentangnya abadi senantiasa
Meski rumahnya sepi dari tawa-riangnya (Syair Ibn Qutaibah).
Setelah itu, apakah yang dilakukan
“ruh” atau mungkin jasad manusia setelah kematian dan kehancurannya? Siapakah
yang merasakan nikmat atau siksa akhirat, ruh atau jasad, ataukah keduanya?
Dinamika dan gerak alam, termasuk
manusia di dalamnya, suatu saat akan berhenti. Akan datang suatu hari ketika
keberadaan manusia semuanya berakhir, alam semuanya hancur. Bintang-bintang
meredup, ombak laut berhenti, tumbuhan mati, mata air mengering…. Tetapi, ini
bukanlah akhir segalanya. Ini hanya satu fase yang niscaya dilewati manusia,
untuk mengantarkannya memasuki alam baru, dalam suatu kehidupan baru, dengan
tatanan dan ukuran-ukuran baru: akhirat.
Kehidupan
akhirat merupakan hal gaib; tirainya tidak dapat disingkap oleh manusia,
setajam apa pun akalnya, sebening apa pun hatinya. Maka, pengetahuan tentangnya
hanya diperoleh lewat informasi dari Allah dan Rasul-Nya. Dan faktanya,
informasi-informasi itu sudah disampaikan tak hanya dalam bentuk isyarat dan
simbol-simbol. Allah Swt. Dan Rasulullah saw. Telah membeberkannya kepada kita
secara terang-terangan dan rinci, sehingga tidak ada lagi alasan untuk ragu.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa
Makna Hidup dan Mati?
2.
Bagaimana
cara menuju Kematian?
3.
Bagaimana
fase-fase kehidupan Manusia?
C. Tujuan
Penulisan
1.
Mengetahui
makna Hidup dan Mati!
2.
Mengetahui
cara Menuju Kematian!
3.
Mengetahui
pendekatan fase-fase Kehidupan Manusia.
4.
Sistematika Penulisan
Sistematika uraian makalah ini terdiri
dari tiga bagian yaitu pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah,
tujuan, sistematika uraian. Kedua isi atau kajian teori dan pembahasan. Ketiga
penutup yang berisi kesimpulan dan saran dilengkapi dengan daftar pustaka dan
lampiran-lampiran.
BAB
II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Makna
Hidup dan Mati
Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di
dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan
menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Kehidupan dan Kematian
Mendefinisikan kehidupan adalah hal yang mungkin lebih mudah daripada kematian.
Kematian diterjemahkan sebagai titik akhir kehidupan, atau juga titik transit
sebelum
Islam menjelaskan makna hidup yang hakiki melalui
perbandingan dua ayat yang sangat kontras, seperti dicontohkan di dalam
Alquran. Seorang yang telah mati menurut mata lahir kita, bahkan telah terkubur
ribuan tahun, jasadnya telah habis dimakan cacing dan belatung lalu kembali
menjadi tanah, namanya sudah hampir dilupakan orang.
Hidup dalam pandangan Islam adalah
kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai
akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan. Hidup seseorang
dalam Islam diukur dengan seberapa besar ia melaksanakan kewajiban-kewajiban
sebagai manusia hidup yang telah diatur oleh Dienull Islam. Ada dan tiadanya
seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh
umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rasul pernah bersabda "Sebaik-baiknya
manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada
orang lain. (Alhadis). Oleh karena itu, tiada dipandang berarti (dipandang
hidup) ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah
diatur Islam.
Umat manusia hidup di dunia ini sangat
terbatas dan tidak bertahan lama, bila dibandingkan dengan eksistensi alam
semesta ini. Rata-rata kehidupan di dunia ini selama 63 tahun, sebagaimana usia
Rasulullah Saw. Apabila ada orang yang dianugerahi usia lebih dari itu, maka
itu merupakan bonus dari Allah Swt. Setiap manusia mesti mengalami akhir
kehidupan itu, yang sering disebut dengan kematian. Hal ini dinyatakan secara
tegas di dalam al-Quranul Karim pada S. Ali ‘Imran: 185;
"Tiap-tiap yang berjiwa akan
merasakan mati. Dan baru pada hari kiamatlah disempurnakan pahalamu. Barang
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdayakan."
Kematian itu sesuatu yang mesti
terjadi pada seseorang, walaupun ia berusaha menghindari kematian atau berusaha
bersembunyi dan berlindung di tempat yang dikira aman. Seseorang tidak dapat
lari dan menjauhi kematian. Hal ini secara tegas dikemukakan oleh Allah Swt. dalam
firman-Nya, S. An-Nisa: 78;
"Dimana saja kamu berada,
kematian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang
tinggi lagi kokoh."
Agama
Islam memang menganjurkan untuk berobat apabila menderita sakit dan melakukan
upaya-upaya jangan sampai terjangkit penyakit dengan menjaga kebersihan badan,
tempat, dan lingkungan. Rasulullah Saw. juga banyak memberikan petunjuk dan
arahan dalam rangka menjaga kesehatan dan menghindari dari terjangkit penyakit,
seperti sabda beliau:
Demikian terlihat bahwa kematian
dalam pandangan Islam bukanlah sesuatu yang buruk, karena di samping mendorong
manusia untuk meningkatkan pengabdiannya dalam kehidupan dunia ini, ia juga
merupakan pintu gerbang untuk memasuki kebahagiaan abadi, serta mendapatkan
keadilan sejati.
B.
Cara
Menuju Kematian
Kematian
dan kehidupan adalah waktu. Kapan dia mati dan lahir tiada seorang pun yang
mengetahui. Proses kematian yang dialami dan terjadi kepada setiap manusia
tidaklah sama alias berbeda. Setiap manusia mempunyai takdir (kehendak)
sendiri, dan kematian adalah bagian dari takdir. Ada kalanya lagi santai
tahu-tahu serangan jantung dan mati. Berkendaraan pelan-pelan ditabrak dan
mati, dsb. Proses kematian adalah rahasia Allah. Tiada seorang pun mengetahui,
tapi secara umum proses kematian manusia antara lain ; mati terpaksa, mati
memaksa, mati dipaksa dan mati biasa.
1. Mati
Memaksa
Mati memaksa adalah suatu proses kematian yang
diinginkan dan diharapkan oleh manusia itu sendiri. Manusia memaksa dirinya
sendiri agar mati dengan berbagai cara atau tindakan tertentu. Proses kematian
ini disebut mati bunuh diri. Bunuh diri adalah salah satu bukti bahwa kematian
bisa dipengaruhi oleh dirinya sendiri. Apakah bunuh diri termasuk takdir
(kehendak) Allah? Ingat, bahwa Allah memberikan kebebasan kepada hamba-Nya
untuk berkehendak. Manusia hanya mempunyai kehendak. Tapi manusia perlu
memahami bahwa setiap kehendak mempunyai hukum sebab akibat, yang akan
dipertanggungjawabkan. Jangan memaksakan kehendak bila berakibat buruk.
Termasuk kehendak bunuh diri.
□ HR.
Bukhari : Seorang lelaki terluka dan bunuh diri maka Allah berkata, “Hamba-Ku
mendahului-Ku dengan membunuh dirinya sendiri, maka Aku haramkan surga
untuknya.
Disamping bunuh diri, perbuatan yang dilarang agama
adalah mengharap cepat mati. Seberat dan sesulit apapun keadaan, janganlah
berdoa memohon cepat mati. Semua keadaan harus diterima dengan kesabaran dan
keikhlasan. Bagaimanapun manusia tidak tahu mana yang terbaik bagi dirinya.
Bisa jadi terus hidup sakit itu lebih baik. Seorang Maryam pun sempat
menginginkan kematian tatkala menahan rasa sakit saat akan melahirkan Nabi Isa
as.
□ HR.
Muslim : Janganlah menginginkan salah satu kamu itu akan mati, dan janganlah
berdoa minta mati, sebab kalau telah mati putuslah semua amalnya. Dan bagi seorang
mukmin lanjut umur itu tidak membawa sesuatu melainkan kebaikan.
2. Mati
Terpaksa
Mati terpaksa adalah proses kematian dimana manusia
itu tidak mengetahui akan kematiaannya, tapi karena keadaan tertentu terpaksa
mereka mati. Misal, mati karena kelaparan, mati karena wabah penyakit, mati
karena bencana, mati karena dibunuh, dll.
3. Mati
Dipaksa
Mati
Dipaksa atau dipaksa mati adalah suatu proses dimana manusia yang bersangkutan
telah mengetahui akan waktu kematiannya. Misalnya seorang narapidana karena
sebab tertentu diputuskan oleh pengadilan hukuman mati. Di Indonesia misal
kasus hukuman mati dengan ditembak kepada Kusni Kasdut, Amrozi cs, dll. Atau
kasus Mansour Al-Hallaj yang dihukum pancung.
4. Mati
Biasa
Mati biasa adalah suatu proses kematian dimana
manusia tidak mengetahui kapan dan dimana waktu kematiannya. Mereka diwafatkan
oleh Allah melalui malaikat-malaikat-Nya dengan cara dan keadaan biasa. Kata
diwafatkan menunjuk kepada suatu pekerjaan yang disengaja berdasarkan kehendak,
yaitu kehendak Pencipta.
□ QS.
Al-An’aam (6) ; 61 : Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas
semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga
apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh
malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- malaikat Kami itu tidak melalaikan
kewajibannya.
Allah
telah menetapkan skema kematian dan kehidupan manusia sebelumnya. Manusia
diciptakan dari tanah yang kemudian diolah menjadi setetes mani (saripati tanah
yang berupa sperma laki-laki dan sel telur wanita), segumpal darah, segumpal
daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, ditetapkan dalam
rahim, dikeluarkan sebagai bayi, sampai menjadi dewasa dan di antara mereka ada
yang diwafatkan dan adapula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun (tua). Manusia
diwafatkan Allah melalui malaikat-Nya dalam keadaan yang berbeda-beda. Sebagian
dalam keadaan menganiaya diri sendiri, dan sebagian dalam keadaan baik.
□ QS.
An-Nahl (16) ; 32 : (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh
para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) : “Salaamun’alaikum, masuklah
kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.”
C. Fase-Fase Kehidupan Manusia
Menurut
Islam sebagaimana yang telah diterangkan dan dikemukakan didalam al-qur'an dan
Hadist dengan jelas dan tegas, bahwa fase-fase yang dilalui oleh setiap jiwa
atau roh manusia itu terbagi menjadi 4 alam, setiap alam pasti lebih besar dan
lebih luas keadaannya dari pada alam yang telah ditempati sebelumnya. Alam-alam
yang dimaksudkan itu merupakan alam yang ditempuh manusia dan merupakan
fase-fase atau tahap hidup manusia.
1.
Alam Rahim
Sewaktu manusia masih dalam
kandungan ibu, pada waktu itulah awal mula proses kejadian manusia, yaitu Allah
menciptakan manusia dari sari pati tanah, dari sari pati itulah Allah
menjadikan air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian
Allah menjadikan air mani tersebut segumpal darah, lalu segumpal dari itu Allah
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Allah jadikan tulang, lalu
tulang dibalut dengan daging.
Setelah itu barulah Allah menjadikan makhluk itu berupa manusia seperti kita ini. Jadi pada tahap pertama ini, manusia telah mengalami hidup didalam kandungan. Keadaan disana sangat sempit, terbatas, banyak kesulitan dan penuh kegelapan. Dan pada waktu itu manusia belum mengerti situasi dan keadaan.
Dalam hal ini Allah berfirman,
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah, kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim), kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka maha suci Allah pencipta yang paling baik".QS.Al-Mukminun:12-14.
Kemudian disebutkan dalam sebuah hadist, bahwa pada awal mulanya Allah menghidupkan manusia dalam kandungan, yaitu permulaan Allah mengkaruniakan roh (nyawa) kedalam tubuh manusia itu, apabila ia telah berada didalam kandungan ibunya selama 120 hari, yaitu setelah berwujud sekerat daging. Pada waktu itulah Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kedalam tubuhnya, dan ia diperintah dalam 4 perkara, yaitu :
Setelah itu barulah Allah menjadikan makhluk itu berupa manusia seperti kita ini. Jadi pada tahap pertama ini, manusia telah mengalami hidup didalam kandungan. Keadaan disana sangat sempit, terbatas, banyak kesulitan dan penuh kegelapan. Dan pada waktu itu manusia belum mengerti situasi dan keadaan.
Dalam hal ini Allah berfirman,
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah, kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim), kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka maha suci Allah pencipta yang paling baik".QS.Al-Mukminun:12-14.
Kemudian disebutkan dalam sebuah hadist, bahwa pada awal mulanya Allah menghidupkan manusia dalam kandungan, yaitu permulaan Allah mengkaruniakan roh (nyawa) kedalam tubuh manusia itu, apabila ia telah berada didalam kandungan ibunya selama 120 hari, yaitu setelah berwujud sekerat daging. Pada waktu itulah Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kedalam tubuhnya, dan ia diperintah dalam 4 perkara, yaitu :
1) Ketetapan
rezekinya.
2) Ajalnya.
3) Amalnya.
4) Menjadikan
ia orang yang sengsara atau bahagia.
Dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah bersabda,"Bahwasannya seseorang dari kamu itu dikumpulkan kejadiannya dalam kandungan ibunya 40 hari, masih berujud air mani. Lalu jadilah segumpal darah selama 40 hari juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kedalam tubuhnya dan diperintahkan dalam 4 perkara yaitu menuliskan ketetapan tentang rezekinya, ajalnya, amalnya dan menjadi orang yang sengsara atau bahagia". HR.Muslim.
Sesudah lebih kurang 9 bulan lamanya didalam rahim ibu, yang dikandungnya dengan susah payah dan penuh rasa perih, maka lahirlah manusia itu kedunia dalam keadaan yang masih kecil dan lemah, tidak mempunyai daya dan kekuatan, belum mempunyai ilmu dan harta, maka barulah manusia akan mengalami peringkat kehidupan yang kedua, yaitu kehidupan dialam dunia yang fana ini.
Dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah bersabda,"Bahwasannya seseorang dari kamu itu dikumpulkan kejadiannya dalam kandungan ibunya 40 hari, masih berujud air mani. Lalu jadilah segumpal darah selama 40 hari juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kedalam tubuhnya dan diperintahkan dalam 4 perkara yaitu menuliskan ketetapan tentang rezekinya, ajalnya, amalnya dan menjadi orang yang sengsara atau bahagia". HR.Muslim.
Sesudah lebih kurang 9 bulan lamanya didalam rahim ibu, yang dikandungnya dengan susah payah dan penuh rasa perih, maka lahirlah manusia itu kedunia dalam keadaan yang masih kecil dan lemah, tidak mempunyai daya dan kekuatan, belum mempunyai ilmu dan harta, maka barulah manusia akan mengalami peringkat kehidupan yang kedua, yaitu kehidupan dialam dunia yang fana ini.
2.
Alam Dunia
Setelah manusia mengalami kehidupan dalam peringkat yang pertama, yaitu hidup dialam kandungan lebih kurang selama 9 bulan, maka setelah itu Allah melahirkannya dari kandungan ibu ke alam wujud yaitu alam dunia ini tanpa mengetahui apapun. Kemudian barulah Allah mengaruniakan pendengaran dan penglihatan serta hati.
Setelah manusia itu lahir dari kandungan ibu dan mengalami kehidupan yang kedua kalinya, yaitu hidup dialam dunia, maka mulailah manusia mengalami pertumbuhan yang pasti terjadi, dari kecil menjadi besar, dan dari muda menjadi tua. Ditahap yang kedua ini yaitu alam dunia yang fana, tujuan utamanya adalah untuk mengejar kebaikan bagi yang berakal sehat, tetapi bagi yang tidak sejahtera akalnya semakin menumpuk-numpuk kejahatan.
Oleh sebab itu, dunia ini dapatlah dianggap sebagai penyebab bisa diperolehnya kebahagiaan atau kesengsaraan. Kehidupan dunia hanyalah merupakan kenikmatan yang memperdayakan dan menipu.
Allah berfirman,
"Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdaya". QS.Ali-Imran:185
Mengapa kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdaya? Dapat dibuktikan tidak lain hanya dengan kelakuan-kelakuan dan hal-hal yang harus dilalui oleh setiap manusia. Sebagai bukti dan fakta, baiklah kami berikan beberapa contoh seperti adanya keadaan manusia yang dulunya kecil dapat menjadi besar, dahulu masih anak-anak sekarang sudah menjadi remaja, dahulu masih muda sekarang sudah mejadi tua bangka, dahulu dapat berjalan dan sekarang sudah lumpuh, dahulunya mata masih dapat melihat dengan jelas sekarang harus menggunakan kacamata dan banyak lagi contoh yang serupa.
Itu semua karena datangnya malakul maut kepada manusia dengan sedikit demi sedikit. Kemudian manusia hidup didunia ini akan mengalami kematian, jadi kehidupan pada tahap kedua yakni kehidupan dialam dunia hanyalah untuk sementara saja. Begitu pula segala kenikmatan dunia pun sifatnya hanya sementara.
KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH SEMENTARA
Kehidupan dunia hanyalah main-main dan senda gurau belaka, yakni bahwa kehidupan dan kesenangan-kesenangan duniawi itu hanay sebentar dan tidak kekal. Oleh karena itu janganlah seseorang terpedaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai untuk memperhatikan urusan akhirat.
Didalam Al-Qur'an Allah telah memberikan perinngatan-peringatan dan keterangan-keterangan mengenai sifat-sifat kehidupan dunia seperti dibawah ini :
Firman Allah :
Setelah manusia mengalami kehidupan dalam peringkat yang pertama, yaitu hidup dialam kandungan lebih kurang selama 9 bulan, maka setelah itu Allah melahirkannya dari kandungan ibu ke alam wujud yaitu alam dunia ini tanpa mengetahui apapun. Kemudian barulah Allah mengaruniakan pendengaran dan penglihatan serta hati.
Setelah manusia itu lahir dari kandungan ibu dan mengalami kehidupan yang kedua kalinya, yaitu hidup dialam dunia, maka mulailah manusia mengalami pertumbuhan yang pasti terjadi, dari kecil menjadi besar, dan dari muda menjadi tua. Ditahap yang kedua ini yaitu alam dunia yang fana, tujuan utamanya adalah untuk mengejar kebaikan bagi yang berakal sehat, tetapi bagi yang tidak sejahtera akalnya semakin menumpuk-numpuk kejahatan.
Oleh sebab itu, dunia ini dapatlah dianggap sebagai penyebab bisa diperolehnya kebahagiaan atau kesengsaraan. Kehidupan dunia hanyalah merupakan kenikmatan yang memperdayakan dan menipu.
Allah berfirman,
"Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdaya". QS.Ali-Imran:185
Mengapa kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdaya? Dapat dibuktikan tidak lain hanya dengan kelakuan-kelakuan dan hal-hal yang harus dilalui oleh setiap manusia. Sebagai bukti dan fakta, baiklah kami berikan beberapa contoh seperti adanya keadaan manusia yang dulunya kecil dapat menjadi besar, dahulu masih anak-anak sekarang sudah menjadi remaja, dahulu masih muda sekarang sudah mejadi tua bangka, dahulu dapat berjalan dan sekarang sudah lumpuh, dahulunya mata masih dapat melihat dengan jelas sekarang harus menggunakan kacamata dan banyak lagi contoh yang serupa.
Itu semua karena datangnya malakul maut kepada manusia dengan sedikit demi sedikit. Kemudian manusia hidup didunia ini akan mengalami kematian, jadi kehidupan pada tahap kedua yakni kehidupan dialam dunia hanyalah untuk sementara saja. Begitu pula segala kenikmatan dunia pun sifatnya hanya sementara.
KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH SEMENTARA
Kehidupan dunia hanyalah main-main dan senda gurau belaka, yakni bahwa kehidupan dan kesenangan-kesenangan duniawi itu hanay sebentar dan tidak kekal. Oleh karena itu janganlah seseorang terpedaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai untuk memperhatikan urusan akhirat.
Didalam Al-Qur'an Allah telah memberikan perinngatan-peringatan dan keterangan-keterangan mengenai sifat-sifat kehidupan dunia seperti dibawah ini :
Firman Allah :
"Ketahuilah
bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang
melalaikan, perhiasan dan bermewah-mewah diantara kamu serta membanggakan
tentang harta dan anak".
Itulah antara lain firman Allah yang mengemukakan sifat-sifat dan hakekat kehidupan dunia yang fana ini, yakni yang sifatnya hanya merupakan kenikmatan dan kesenangan yang sebentar dan sementara, serta merupakan kenikmatan yang memperdayakan, permainan dan senda gurau. Oleh karena itu, dalam kesempatan menempuh kehidupan pada tahap yang kedua ini, yaitu hidup didunia janganlah seseorang terperdaya oleh kemewahan, kemegahan, kesenangan dan kenikmatan dunia saja dan jangan pula tertipu oleh bujukan setan untuk tidak mentaati Allah. Akan tetapi kejarlah dan bersegeralah memperbanyak amal soleh dalam kesempatan yang telah dimodali dengan umur itu sebagai bekal untuk menempuh kehidupan dialam selanjutnya.
Kesimpulannya karena kehidupan dialam dunia ini merupakan kehidupan yang sifatnya hanya sementara, maka setelah ajal yang telah dicatat oleh malaikat sewaktu manusia diberi roh untuk hidup telah tiba, maka manusia mengalami kematian. Dan setelah mati manusia menempuh kehidupan yang selanjutnya, alam yang lebih luas lagi yaitu alam barzah.
3. Alam Kubur (Barzah)
Setelah manusia itu mengakhiri kehidupannya dialam dunia, yakni ia telah mati, maka untuk selanjutnya mengalami perpindahan alam lagi yaitu menempuh kehidupan dialam kubur. Sementara sifat dan keadaan alam yang ketiga atau alam barzah ini adalah lebih luas lagi dari keadaan dunia sekarang ini. Sebagai perumpamaan dapatlah dikatakan bahwa perbandingan antara alam barzah dengan alam dunia ini adalah sebagaimana perbandingan antara alam dunia sekarang ini dengan alam sewaktu masih dalam kandungan ibu.
ALAM SEMENTARA MENUNGGU HARI KIAMAT
Kehidupan di alam barzah ini sifatnya juga hanya sementara waktu, yaitu hingga datangnya hari kiamat sebab setelah datangnya hari kiamat nanti akan ada kehidupann lagi yaitu kehidupan tahap yang keempat (terakhir) yakni kehidupan dialam akhirat. Kiranya uraian tentang dialam kubur pada halaman ini tidak akan kami jelaskan dengan panjang lebar, sebab sebenarnya kandungan dalam buku ini akan menguraikan alam kubur dari hal kematian, keadaan mayat, keadaan roh dan tubuh, keadaan kubur, siksa kubur, pahala kenikmatan kubur, kisah-kisah yang berkenaan dengan mayat dan kubur serta hal-hal yang berkaitan dengan mayat dan alam kubur itu sendiri, hingga dibangkitkannya manusia dari alam kubur.
4. Alam Akhirat
Kehidupan yang akan ditempuh oleh manusia yang terakhir adalah kehidupan dialam akhirat. Alam akhirat ini merupakan alam yang kekal untuk selama-lamanya, yang terdiri dari surga dan neraka. Setelah itu tidak ada lagi alam yang lain.
Alam kekal.
Didalam al-qur'an Allah telah banyak memberikan penjelasan tentang sifat akhirat yaitu bahwa kehidupan dialam akhirat itu adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal. Dan sesuai dengan sebutannya "Alam Akhirat" adalah merupakan alam yang terakhir. Kehidupan akhirat adalah kehidupan setelah dunia berakhir. Percaya akan adanya kehidupan akhirat adalah sebagai ciri-ciri orang yang sempurna imannya dan bertakwa kepada Allah.
Allah berfirman :
"Serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat".QS.Al-Baqarah:4.
SJuga firman Allah yang artinya :
"Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal". QS.Al-Alaa':17.
Itulah firman Allah yang mengemukakan sifat dan hakekat kehidupan dialam akhirat. Saat itu para manusia belum ada yang menempuh kehidupan dialam akhirat. Sementara para manusia yang telah mati mendahului kita, baru menempuh dialam yang ketiga yaitu alam barzah.
Sebab adanya kehidupan akhirat itu setelah datangnya dan terjadinya hari kiamat, dimana pada saat itu semua manusia dimatikan lagi oleh Allah. Dengan tanda tiupan sangkakala Israfil yang pertama. Lalu sangkakala Israfil ditiup yang kedua kalinya sebagai tanda kehidupan setelah mati. Dan itulah pembangkitan seluruh makhluk manusia sejak zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir dari kuburnya.
Itulah antara lain firman Allah yang mengemukakan sifat-sifat dan hakekat kehidupan dunia yang fana ini, yakni yang sifatnya hanya merupakan kenikmatan dan kesenangan yang sebentar dan sementara, serta merupakan kenikmatan yang memperdayakan, permainan dan senda gurau. Oleh karena itu, dalam kesempatan menempuh kehidupan pada tahap yang kedua ini, yaitu hidup didunia janganlah seseorang terperdaya oleh kemewahan, kemegahan, kesenangan dan kenikmatan dunia saja dan jangan pula tertipu oleh bujukan setan untuk tidak mentaati Allah. Akan tetapi kejarlah dan bersegeralah memperbanyak amal soleh dalam kesempatan yang telah dimodali dengan umur itu sebagai bekal untuk menempuh kehidupan dialam selanjutnya.
Kesimpulannya karena kehidupan dialam dunia ini merupakan kehidupan yang sifatnya hanya sementara, maka setelah ajal yang telah dicatat oleh malaikat sewaktu manusia diberi roh untuk hidup telah tiba, maka manusia mengalami kematian. Dan setelah mati manusia menempuh kehidupan yang selanjutnya, alam yang lebih luas lagi yaitu alam barzah.
3. Alam Kubur (Barzah)
Setelah manusia itu mengakhiri kehidupannya dialam dunia, yakni ia telah mati, maka untuk selanjutnya mengalami perpindahan alam lagi yaitu menempuh kehidupan dialam kubur. Sementara sifat dan keadaan alam yang ketiga atau alam barzah ini adalah lebih luas lagi dari keadaan dunia sekarang ini. Sebagai perumpamaan dapatlah dikatakan bahwa perbandingan antara alam barzah dengan alam dunia ini adalah sebagaimana perbandingan antara alam dunia sekarang ini dengan alam sewaktu masih dalam kandungan ibu.
ALAM SEMENTARA MENUNGGU HARI KIAMAT
Kehidupan di alam barzah ini sifatnya juga hanya sementara waktu, yaitu hingga datangnya hari kiamat sebab setelah datangnya hari kiamat nanti akan ada kehidupann lagi yaitu kehidupan tahap yang keempat (terakhir) yakni kehidupan dialam akhirat. Kiranya uraian tentang dialam kubur pada halaman ini tidak akan kami jelaskan dengan panjang lebar, sebab sebenarnya kandungan dalam buku ini akan menguraikan alam kubur dari hal kematian, keadaan mayat, keadaan roh dan tubuh, keadaan kubur, siksa kubur, pahala kenikmatan kubur, kisah-kisah yang berkenaan dengan mayat dan kubur serta hal-hal yang berkaitan dengan mayat dan alam kubur itu sendiri, hingga dibangkitkannya manusia dari alam kubur.
4. Alam Akhirat
Kehidupan yang akan ditempuh oleh manusia yang terakhir adalah kehidupan dialam akhirat. Alam akhirat ini merupakan alam yang kekal untuk selama-lamanya, yang terdiri dari surga dan neraka. Setelah itu tidak ada lagi alam yang lain.
Alam kekal.
Didalam al-qur'an Allah telah banyak memberikan penjelasan tentang sifat akhirat yaitu bahwa kehidupan dialam akhirat itu adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal. Dan sesuai dengan sebutannya "Alam Akhirat" adalah merupakan alam yang terakhir. Kehidupan akhirat adalah kehidupan setelah dunia berakhir. Percaya akan adanya kehidupan akhirat adalah sebagai ciri-ciri orang yang sempurna imannya dan bertakwa kepada Allah.
Allah berfirman :
"Serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat".QS.Al-Baqarah:4.
SJuga firman Allah yang artinya :
"Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal". QS.Al-Alaa':17.
Itulah firman Allah yang mengemukakan sifat dan hakekat kehidupan dialam akhirat. Saat itu para manusia belum ada yang menempuh kehidupan dialam akhirat. Sementara para manusia yang telah mati mendahului kita, baru menempuh dialam yang ketiga yaitu alam barzah.
Sebab adanya kehidupan akhirat itu setelah datangnya dan terjadinya hari kiamat, dimana pada saat itu semua manusia dimatikan lagi oleh Allah. Dengan tanda tiupan sangkakala Israfil yang pertama. Lalu sangkakala Israfil ditiup yang kedua kalinya sebagai tanda kehidupan setelah mati. Dan itulah pembangkitan seluruh makhluk manusia sejak zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir dari kuburnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam makalah ini dapat
disimpulkan bahwa :
1. Hidup dan mati manusia telah diatur oleh Allah SWT, karena itu segala
yang terjadi di dunia ini kita kembalikan kepada Allah.
2. Makna hidup dan mati dalam Islam ialah bahwa sesuatu yang terjadi harus
disyukuri dan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah pasti akan terjadi dan tidak
dapat ditunda seperti hdup dan mati. Allah telah memberikan kita nikmat denga
hidup di dunia ini dan kemudian Allah berhak mengambil kita kembali atas segala
ketentuannya.
3. Proses
kematian adalah rahasia Allah. Tiada seorang pun mengetahui, tapi secara umum
proses kematian manusia antara lain ; mati terpaksa, mati memaksa, mati dipaksa
dan mati biasa.
4. kematian
dalam pandangan Islam bukanlah sesuatu yang buruk, karena di samping mendorong
manusia untuk meningkatkan pengabdiannya dalam kehidupan dunia ini, ia juga
merupakan pintu gerbang untuk memasuki kebahagiaan abadi, serta mendapatkan
keadilan sejati.
5. Sesungguhnya,
manusia wajib menyadari sepenuhnya bahwa ia telah ditetapkan oleh Allah swt
untuk menjalani fase-fase kehidupan. Sebelum ia terlahir di dunia,
sesungguhnya ia diciptakan dari saripati tanah yang hina. Untuk itu,
tidak ada alasan bagi dirinya untuk menyombongkan diri, atau ingkar kepada Allah
swt. Bukankah ia tercipta dari tanah? Manusia harus menyadari
sepenuhnya bahwasanya ia adalah makhluk ciptaan Allah swt, yang tidak memiliki
kekuatan dan kekuasaan, kecuali atas ijin dari Allah swt.
6. Fase
terakhir yang akan ditempuh oleh manusia adalah kehidupan akherat. Inilah
kehidupan yang kekal dan abadi. Di fase terakhir inilah, Allah akan
memasukkan surga, hamba-hambaNya yang beriman dan taat kepadaNya.
Sebaliknya, Ia akan memasukkan ke dalam neraka, hamba-hambaNya yang ingkar dan
maksiyat kepadaNya.
B. SARAN
Materi ini sangat penting untuk kita ketahui karena
sebagai manusia kita hidup dan nantinya akan menghadapi kematian. Pembelajaran
tentang hidup dan mati merupakan salah satu bagian yang terpnting dalam
menuntut ilmu agar dalam menjalani segalanya kita tidak terlupa dengan yang
namanya kematian. Karena itu marilah kita bersama-sama lebih mendekatkan diri
kepada Allah dan menjauhi segala larangannya, memperbanyak amal shaleh dan
selalu mempersiapkan diri menuju kematian.
Saya
sadari pada penulisan makalah ini masih banyak terdapat kelemahan dan
kekurangan, karena itu saya sangat mengaharapkan komentar dan saran dari
pembaca kiranya pada pembuatan makalah selanjutnya akan lebih baik.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Muttaqien.Feiz el. Hidup dan Mati dalam Islam.
Surabaya : Ampel Mulia, 2005.
Farida. 2010. Diunduh dari: http: //faridanoviana.blog.perbanas.ac.id pada tanggal 2
November 2012
#Semoga bermanfaat, jngan lupa berikan tanggapan dan sarannya di kolom komentar. terima kasih
joya shoes 409n1pxiog430 joya sko danmark,joya sko norge,joya skor stockholm,joya cipő,joya zapatos,joya schoenen,joya scarpe,joya chaussures,joya schuhe,joya schuhe deutschland joya shoes 285j1wmczc116
BalasHapussp914 louis vuitton outlet qu408
BalasHapus