Selasa, 07 Februari 2017

Makna hidup dan mati contoh makalah agama islam

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Bagi sebagian besar di antara kita, kematian adalah sesuatu yang amat menakutkan. Kematian berarti berpisah dengan orang-orang yang kita cintai: istri, anak-anak, ayah-ibu, sahabat, kolega, dan tetangga. Kematian juga memutuskan segala kenikmatan dan kelezatan dunia. Namun, bagi para kekasih Allah, kematian adalah sesuatu yang amat menyenangkan. Kematian adalah pintu menuju perjumpaan dengan Sang Kekasih. Di balik pintu itu, ada jamuan Allah di alam barzakh, ada naungan-Nya di Padang Mahsyar, dan ada beragam kenikmatan di surga. Karena itu, mereka tersenyum puas ketika Malaikat Maut mencabut nyawanya.
Setelah mati, manusia hanyalah sepenggal kisah Ia musnah, sedang jejak-jejaknya tetap menyapa Apa yang disembunyikan dalam tidurnya kini sirna Dan semua simpanan rahasianya tersingkap nyata. Keadaan terbaik seorang manusia setelah kematian adalah ketika kisah-kisahnya mengabarkan kebaikan Ingatan tentangnya abadi senantiasa Meski rumahnya sepi dari tawa-riangnya (Syair Ibn Qutaibah).
Setelah itu, apakah yang dilakukan “ruh” atau mungkin jasad manusia setelah kematian dan kehancurannya? Siapakah yang merasakan nikmat atau siksa akhirat, ruh atau jasad, ataukah keduanya?
Dinamika dan gerak alam, termasuk manusia di dalamnya, suatu saat akan berhenti. Akan datang suatu hari ketika keberadaan manusia semuanya berakhir, alam semuanya hancur. Bintang-bintang meredup, ombak laut berhenti, tumbuhan mati, mata air mengering…. Tetapi, ini bukanlah akhir segalanya. Ini hanya satu fase yang niscaya dilewati manusia, untuk mengantarkannya memasuki alam baru, dalam suatu kehidupan baru, dengan tatanan dan ukuran-ukuran baru: akhirat.
Kehidupan akhirat merupakan hal gaib; tirainya tidak dapat disingkap oleh manusia, setajam apa pun akalnya, sebening apa pun hatinya. Maka, pengetahuan tentangnya hanya diperoleh lewat informasi dari Allah dan Rasul-Nya. Dan faktanya, informasi-informasi itu sudah disampaikan tak hanya dalam bentuk isyarat dan simbol-simbol. Allah Swt. Dan Rasulullah saw. Telah membeberkannya kepada kita secara terang-terangan dan rinci, sehingga tidak ada lagi alasan untuk ragu.
B.   Rumusan Masalah
1.    Apa Makna Hidup dan Mati?
2.    Bagaimana cara menuju Kematian?
3.    Bagaimana fase-fase kehidupan Manusia?
C.   Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui makna Hidup dan Mati!
2.    Mengetahui cara Menuju Kematian!
3.    Mengetahui pendekatan fase-fase Kehidupan  Manusia.

4.    Sistematika Penulisan
Sistematika uraian makalah ini terdiri dari tiga bagian yaitu pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, tujuan, sistematika uraian. Kedua isi atau kajian teori dan pembahasan. Ketiga penutup yang berisi kesimpulan dan saran dilengkapi dengan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.





BAB II
PEMBAHASAN
A.   Makna Hidup dan Mati
Sesungguhnya manusia hidup bukan hanya di dunia saja, tetapi telah menjalani kehidupan lain sebelum ke dunia dan akan menjalani kehidupan lainnya lagi setelah di dunia. Kehidupan dan Kematian Mendefinisikan kehidupan adalah hal yang mungkin lebih mudah daripada kematian. Kematian diterjemahkan sebagai titik akhir kehidupan, atau juga titik transit sebelum
Islam menjelaskan makna hidup yang hakiki melalui perbandingan dua ayat yang sangat kontras, seperti dicontohkan di dalam Alquran. Seorang yang telah mati menurut mata lahir kita, bahkan telah terkubur ribuan tahun, jasadnya telah habis dimakan cacing dan belatung lalu kembali menjadi tanah, namanya sudah hampir dilupakan orang.
Hidup dalam pandangan Islam adalah kebermaknaan dalam kualitas secara berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi lingkungan. Hidup seseorang dalam Islam diukur dengan seberapa besar ia melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai manusia hidup yang telah diatur oleh Dienull Islam. Ada dan tiadanya seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rasul pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. (Alhadis). Oleh karena itu, tiada dipandang berarti (dipandang hidup) ketika seseorang melupakan dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah diatur Islam.
Umat manusia hidup di dunia ini sangat terbatas dan tidak bertahan lama, bila dibandingkan dengan eksistensi alam semesta ini. Rata-rata kehidupan di dunia ini selama 63 tahun, sebagaimana usia Rasulullah Saw. Apabila ada orang yang dianugerahi usia lebih dari itu, maka itu merupakan bonus dari Allah Swt. Setiap manusia mesti mengalami akhir kehidupan itu, yang sering disebut dengan kematian. Hal ini dinyatakan secara tegas di dalam al-Quranul Karim pada S. Ali ‘Imran: 185;
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan baru pada hari kiamatlah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."
Kematian itu sesuatu yang mesti terjadi pada seseorang, walaupun ia berusaha menghindari kematian atau berusaha bersembunyi dan berlindung di tempat yang dikira aman. Seseorang tidak dapat lari dan menjauhi kematian. Hal ini secara tegas dikemukakan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya, S. An-Nisa: 78;
"Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh."
Agama Islam memang menganjurkan untuk berobat apabila menderita sakit dan melakukan upaya-upaya jangan sampai terjangkit penyakit dengan menjaga kebersihan badan, tempat, dan lingkungan. Rasulullah Saw. juga banyak memberikan petunjuk dan arahan dalam rangka menjaga kesehatan dan menghindari dari terjangkit penyakit, seperti sabda beliau:
Demikian terlihat bahwa kematian dalam pandangan Islam bukanlah sesuatu yang buruk, karena di samping mendorong manusia untuk meningkatkan pengabdiannya dalam kehidupan dunia ini, ia juga merupakan pintu gerbang untuk memasuki kebahagiaan abadi, serta mendapatkan keadilan sejati.

B.   Cara Menuju Kematian
Kematian dan kehidupan adalah waktu. Kapan dia mati dan lahir tiada seorang pun yang mengetahui. Proses kematian yang dialami dan terjadi kepada setiap manusia tidaklah sama alias berbeda. Setiap manusia mempunyai takdir (kehendak) sendiri, dan kematian adalah bagian dari takdir. Ada kalanya lagi santai tahu-tahu serangan jantung dan mati. Berkendaraan pelan-pelan ditabrak dan mati, dsb. Proses kematian adalah rahasia Allah. Tiada seorang pun mengetahui, tapi secara umum proses kematian manusia antara lain ; mati terpaksa, mati memaksa, mati dipaksa dan mati biasa. 
1.         Mati Memaksa
Mati memaksa adalah suatu proses kematian yang diinginkan dan diharapkan oleh manusia itu sendiri. Manusia memaksa dirinya sendiri agar mati dengan berbagai cara atau tindakan tertentu. Proses kematian ini disebut mati bunuh diri. Bunuh diri adalah salah satu bukti bahwa kematian bisa dipengaruhi oleh dirinya sendiri. Apakah bunuh diri termasuk takdir (kehendak) Allah? Ingat, bahwa Allah memberikan kebebasan kepada hamba-Nya untuk berkehendak. Manusia hanya mempunyai kehendak. Tapi manusia perlu memahami bahwa setiap kehendak mempunyai hukum sebab akibat, yang akan dipertanggungjawabkan. Jangan memaksakan kehendak bila berakibat buruk. Termasuk kehendak bunuh diri.
□ HR. Bukhari : Seorang lelaki terluka dan bunuh diri maka Allah berkata, “Hamba-Ku mendahului-Ku dengan membunuh dirinya sendiri, maka Aku haramkan surga untuknya.
Disamping bunuh diri, perbuatan yang dilarang agama adalah mengharap cepat mati. Seberat dan sesulit apapun keadaan, janganlah berdoa memohon cepat mati. Semua keadaan harus diterima dengan kesabaran dan keikhlasan. Bagaimanapun manusia tidak tahu mana yang terbaik bagi dirinya. Bisa jadi terus hidup sakit itu lebih baik. Seorang Maryam pun sempat menginginkan kematian tatkala menahan rasa sakit saat akan melahirkan Nabi Isa as.
□ HR. Muslim : Janganlah menginginkan salah satu kamu itu akan mati, dan janganlah berdoa minta mati, sebab kalau telah mati putuslah semua amalnya. Dan bagi seorang mukmin lanjut umur itu tidak membawa sesuatu melainkan kebaikan.
2.         Mati Terpaksa
Mati terpaksa adalah proses kematian dimana manusia itu tidak mengetahui akan kematiaannya, tapi karena keadaan tertentu terpaksa mereka mati. Misal, mati karena kelaparan, mati karena wabah penyakit, mati karena bencana, mati karena dibunuh, dll.
3.         Mati Dipaksa
Mati Dipaksa atau dipaksa mati adalah suatu proses dimana manusia yang bersangkutan telah mengetahui akan waktu kematiannya. Misalnya seorang narapidana karena sebab tertentu diputuskan oleh pengadilan hukuman mati. Di Indonesia misal kasus hukuman mati dengan ditembak kepada Kusni Kasdut, Amrozi cs, dll. Atau kasus Mansour Al-Hallaj yang dihukum pancung.
4.         Mati Biasa
Mati biasa adalah suatu proses kematian dimana manusia tidak mengetahui kapan dan dimana waktu kematiannya. Mereka diwafatkan oleh Allah melalui malaikat-malaikat-Nya dengan cara dan keadaan biasa. Kata diwafatkan menunjuk kepada suatu pekerjaan yang disengaja berdasarkan kehendak, yaitu kehendak Pencipta.
□ QS. Al-An’aam (6) ; 61 : Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.
Allah telah menetapkan skema kematian dan kehidupan manusia sebelumnya. Manusia diciptakan dari tanah yang kemudian diolah menjadi setetes mani (saripati tanah yang berupa sperma laki-laki dan sel telur wanita), segumpal darah, segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, ditetapkan dalam rahim, dikeluarkan sebagai bayi, sampai menjadi dewasa dan di antara mereka ada yang diwafatkan dan adapula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun (tua). Manusia diwafatkan Allah melalui malaikat-Nya dalam keadaan yang berbeda-beda. Sebagian dalam keadaan menganiaya diri sendiri, dan sebagian dalam keadaan baik.
□ QS. An-Nahl (16) ; 32 : (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) : “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.”
C.   Fase-Fase Kehidupan Manusia
Menurut Islam sebagaimana yang telah diterangkan dan dikemukakan didalam al-qur'an dan Hadist dengan jelas dan tegas, bahwa fase-fase yang dilalui oleh setiap jiwa atau roh manusia itu terbagi menjadi 4 alam, setiap alam pasti lebih besar dan lebih luas keadaannya dari pada alam yang telah ditempati sebelumnya. Alam-alam yang dimaksudkan itu merupakan alam yang ditempuh manusia dan merupakan fase-fase atau tahap hidup manusia.
1.     Alam Rahim
Sewaktu manusia masih dalam kandungan ibu, pada waktu itulah awal mula proses kejadian manusia, yaitu Allah menciptakan manusia dari sari pati tanah, dari sari pati itulah Allah menjadikan air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian Allah menjadikan air mani tersebut segumpal darah, lalu segumpal dari itu Allah jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Allah jadikan tulang, lalu tulang dibalut dengan daging.
              Setelah itu barulah Allah menjadikan makhluk itu berupa manusia seperti kita ini. Jadi pada tahap pertama ini, manusia telah mengalami hidup didalam kandungan. Keadaan disana sangat sempit, terbatas, banyak kesulitan dan penuh kegelapan. Dan pada waktu itu manusia belum mengerti situasi dan keadaan.
Dalam hal ini Allah berfirman,
 Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah, kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim), kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka maha suci Allah pencipta yang paling baik".QS.Al-Mukminun:12-14.
 
            Kemudian disebutkan dalam sebuah hadist, bahwa pada awal mulanya Allah menghidupkan manusia dalam kandungan, yaitu permulaan Allah mengkaruniakan roh (nyawa) kedalam tubuh manusia itu, apabila ia telah berada didalam kandungan ibunya selama 120 hari, yaitu setelah berwujud sekerat daging. Pada waktu itulah Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kedalam tubuhnya, dan ia diperintah dalam 4 perkara, yaitu :
1)     Ketetapan rezekinya.
2)     Ajalnya.
3)     Amalnya.
4)     Menjadikan ia orang yang sengsara atau bahagia.
            Dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah bersabda,"Bahwasannya seseorang dari kamu itu dikumpulkan kejadiannya dalam kandungan ibunya 40 hari, masih berujud air mani. Lalu jadilah segumpal darah selama 40 hari juga. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh kedalam tubuhnya dan diperintahkan dalam 4 perkara yaitu menuliskan ketetapan tentang rezekinya, ajalnya, amalnya dan menjadi orang yang sengsara atau bahagia". HR.Muslim.
Sesudah lebih kurang 9 bulan lamanya didalam rahim ibu, yang dikandungnya dengan susah payah dan penuh rasa perih, maka lahirlah manusia itu kedunia dalam keadaan yang masih kecil dan lemah, tidak mempunyai daya dan kekuatan, belum mempunyai ilmu dan harta, maka barulah manusia akan mengalami peringkat kehidupan yang kedua, yaitu kehidupan dialam dunia yang fana ini.  

   2.   Alam Dunia
            Setelah manusia mengalami kehidupan dalam peringkat yang pertama, yaitu hidup dialam kandungan lebih kurang selama 9 bulan, maka setelah itu Allah melahirkannya dari kandungan ibu ke alam wujud yaitu alam dunia ini tanpa mengetahui apapun. Kemudian barulah Allah mengaruniakan pendengaran dan penglihatan serta hati.
            Setelah manusia itu lahir dari kandungan ibu dan mengalami kehidupan yang kedua kalinya, yaitu hidup dialam dunia, maka mulailah manusia mengalami pertumbuhan yang pasti terjadi, dari kecil menjadi besar, dan dari muda menjadi tua. Ditahap yang kedua ini yaitu alam dunia yang fana, tujuan utamanya adalah untuk mengejar kebaikan bagi yang berakal sehat, tetapi bagi yang tidak sejahtera akalnya semakin menumpuk-numpuk kejahatan.
            Oleh sebab itu, dunia ini dapatlah dianggap sebagai penyebab bisa diperolehnya kebahagiaan atau kesengsaraan. Kehidupan dunia hanyalah merupakan kenikmatan yang memperdayakan dan menipu.
Allah berfirman,
"Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdaya". QS.Ali-Imran:185
            Mengapa kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdaya? Dapat dibuktikan tidak lain hanya dengan kelakuan-kelakuan dan hal-hal yang harus dilalui oleh setiap manusia. Sebagai bukti dan fakta, baiklah kami berikan beberapa contoh seperti adanya keadaan manusia yang dulunya kecil dapat menjadi besar, dahulu masih anak-anak sekarang sudah menjadi remaja, dahulu masih muda sekarang sudah mejadi tua bangka, dahulu dapat berjalan dan sekarang sudah lumpuh, dahulunya mata masih dapat melihat dengan jelas sekarang harus menggunakan kacamata dan banyak lagi contoh yang serupa.
            Itu semua karena datangnya malakul maut kepada manusia dengan sedikit demi sedikit. Kemudian manusia hidup didunia ini akan mengalami kematian, jadi kehidupan pada tahap kedua yakni kehidupan dialam dunia hanyalah untuk sementara saja. Begitu pula segala kenikmatan dunia pun sifatnya hanya sementara.
KEHIDUPAN DUNIA HANYALAH SEMENTARA
Kehidupan dunia hanyalah main-main dan senda gurau belaka, yakni bahwa kehidupan dan kesenangan-kesenangan duniawi itu hanay sebentar dan tidak kekal. Oleh karena itu janganlah seseorang terpedaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai untuk memperhatikan urusan akhirat.
Didalam Al-Qur'an Allah telah memberikan perinngatan-peringatan dan keterangan-keterangan mengenai sifat-sifat kehidupan dunia seperti dibawah ini :
Firman Allah :
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermewah-mewah diantara kamu serta membanggakan tentang harta dan anak".
            Itulah antara lain firman Allah yang mengemukakan sifat-sifat dan hakekat kehidupan dunia yang fana ini, yakni yang sifatnya hanya merupakan kenikmatan dan kesenangan yang sebentar dan sementara, serta merupakan kenikmatan yang memperdayakan, permainan dan senda gurau. Oleh karena itu, dalam kesempatan menempuh kehidupan pada tahap yang kedua ini, yaitu hidup didunia janganlah seseorang terperdaya oleh kemewahan, kemegahan, kesenangan dan kenikmatan dunia saja dan jangan pula tertipu oleh bujukan setan untuk tidak mentaati Allah. Akan tetapi kejarlah dan bersegeralah memperbanyak amal soleh dalam kesempatan yang telah dimodali dengan umur itu sebagai bekal untuk menempuh kehidupan dialam selanjutnya.
Kesimpulannya karena kehidupan dialam dunia ini merupakan kehidupan yang sifatnya hanya sementara, maka setelah ajal yang telah dicatat oleh malaikat sewaktu manusia diberi roh untuk hidup telah tiba, maka manusia mengalami kematian. Dan setelah mati manusia menempuh kehidupan yang selanjutnya, alam yang lebih luas lagi yaitu alam barzah.

    3.   Alam Kubur (Barzah)
            Setelah manusia itu mengakhiri kehidupannya dialam dunia, yakni ia telah mati, maka untuk selanjutnya mengalami perpindahan alam lagi yaitu menempuh kehidupan dialam kubur. Sementara sifat dan keadaan alam yang ketiga atau alam barzah ini adalah lebih luas lagi dari keadaan dunia sekarang ini. Sebagai perumpamaan dapatlah dikatakan bahwa perbandingan antara alam barzah dengan alam dunia ini adalah sebagaimana perbandingan antara alam dunia sekarang ini dengan alam sewaktu masih dalam kandungan ibu.
ALAM SEMENTARA MENUNGGU HARI KIAMAT
Kehidupan di alam barzah ini sifatnya juga hanya sementara waktu, yaitu hingga datangnya hari kiamat sebab setelah datangnya hari kiamat nanti akan ada kehidupann lagi yaitu kehidupan tahap yang keempat (terakhir) yakni kehidupan dialam akhirat.
Kiranya uraian tentang dialam kubur pada halaman ini tidak akan kami jelaskan dengan panjang lebar, sebab sebenarnya kandungan dalam buku ini akan menguraikan alam kubur dari hal kematian, keadaan mayat, keadaan roh dan tubuh, keadaan kubur, siksa kubur, pahala kenikmatan kubur, kisah-kisah yang berkenaan dengan mayat dan kubur serta hal-hal yang berkaitan dengan mayat dan alam kubur itu sendiri, hingga dibangkitkannya manusia dari alam kubur.

      4. Alam Akhirat
            Kehidupan yang akan ditempuh oleh manusia yang terakhir adalah kehidupan dialam akhirat. Alam akhirat ini merupakan alam yang kekal untuk selama-lamanya, yang terdiri dari surga dan neraka. Setelah itu tidak ada lagi alam yang lain.
Alam kekal.

Didalam al-qur'an Allah telah banyak memberikan penjelasan tentang sifat akhirat yaitu bahwa kehidupan dialam akhirat itu adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal. Dan sesuai dengan sebutannya "Alam Akhirat" adalah merupakan alam yang terakhir. Kehidupan akhirat adalah kehidupan setelah dunia berakhir. Percaya akan adanya kehidupan akhirat adalah sebagai ciri-ciri orang yang sempurna imannya dan bertakwa kepada Allah.
Allah berfirman :
"Serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat".QS.Al-Baqarah:4.
SJuga firman Allah yang artinya :
"Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal". QS.Al-Alaa':17.

            Itulah firman Allah yang mengemukakan sifat dan hakekat kehidupan dialam akhirat. Saat itu para manusia belum ada yang menempuh kehidupan dialam akhirat. Sementara para manusia yang telah mati mendahului kita, baru menempuh dialam yang ketiga yaitu alam barzah.
            Sebab adanya kehidupan akhirat itu setelah datangnya dan terjadinya hari kiamat, dimana pada saat itu semua manusia dimatikan lagi oleh Allah. Dengan tanda tiupan sangkakala Israfil yang pertama. Lalu sangkakala Israfil ditiup yang kedua kalinya sebagai tanda kehidupan setelah mati. Dan itulah pembangkitan seluruh makhluk manusia sejak zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir dari kuburnya. 


BAB III
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Dalam makalah ini dapat disimpulkan bahwa :
1.     Hidup dan mati manusia telah diatur oleh Allah SWT, karena itu segala yang terjadi di dunia ini kita kembalikan kepada Allah.
2.      Makna hidup dan mati dalam Islam ialah bahwa sesuatu yang terjadi harus disyukuri dan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah pasti akan terjadi dan tidak dapat ditunda seperti hdup dan mati. Allah telah memberikan kita nikmat denga hidup di dunia ini dan kemudian Allah berhak mengambil kita kembali atas segala ketentuannya.
3.      Proses kematian adalah rahasia Allah. Tiada seorang pun mengetahui, tapi secara umum proses kematian manusia antara lain ; mati terpaksa, mati memaksa, mati dipaksa dan mati biasa.
4.     kematian dalam pandangan Islam bukanlah sesuatu yang buruk, karena di samping mendorong manusia untuk meningkatkan pengabdiannya dalam kehidupan dunia ini, ia juga merupakan pintu gerbang untuk memasuki kebahagiaan abadi, serta mendapatkan keadilan sejati.
5.     Sesungguhnya, manusia wajib menyadari sepenuhnya bahwa ia telah ditetapkan oleh Allah swt untuk menjalani fase-fase kehidupan.  Sebelum ia terlahir di dunia, sesungguhnya ia diciptakan dari saripati tanah yang hina.  Untuk itu, tidak ada alasan bagi dirinya untuk menyombongkan diri, atau ingkar kepada Allah swt.  Bukankah ia tercipta dari tanah?  Manusia harus menyadari sepenuhnya bahwasanya ia adalah makhluk ciptaan Allah swt, yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan, kecuali atas ijin dari Allah swt.
6.     Fase terakhir yang akan ditempuh oleh manusia adalah kehidupan akherat.  Inilah kehidupan yang kekal dan abadi.  Di fase terakhir inilah, Allah akan memasukkan surga, hamba-hambaNya yang beriman dan taat kepadaNya.  Sebaliknya, Ia akan memasukkan ke dalam neraka, hamba-hambaNya yang ingkar dan maksiyat kepadaNya.




B.   SARAN
Materi ini sangat penting untuk kita ketahui karena sebagai manusia kita hidup dan nantinya akan menghadapi kematian. Pembelajaran tentang hidup dan mati merupakan salah satu bagian yang terpnting dalam menuntut ilmu agar dalam menjalani segalanya kita tidak terlupa dengan yang namanya kematian. Karena itu marilah kita bersama-sama lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi segala larangannya, memperbanyak amal shaleh dan selalu mempersiapkan diri menuju kematian.
Saya sadari pada penulisan makalah ini masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan, karena itu saya sangat mengaharapkan komentar dan saran dari pembaca kiranya pada pembuatan makalah selanjutnya akan lebih baik.


BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqien.Feiz elHidup dan Mati dalam Islam. Surabaya : Ampel Mulia, 2005.
Farida. 2010. Diunduh dari: http: //faridanoviana.blog.perbanas.ac.id pada tanggal 2 November 2012

#Semoga bermanfaat, jngan lupa berikan tanggapan dan sarannya di kolom komentar. terima kasih


2 komentar: